Showing posts with label Keindahan indonesia. Show all posts
Showing posts with label Keindahan indonesia. Show all posts

Friday, December 16, 2011

Taman Nasional Taka Bonerate


Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

Bagi anda yang menggemari olah raga bahari seperti diving, snorkeling, dan lain-lain, tak salah bila melewatkan masa week end anda di Taman Nasional Taka Bonerate (TNTB) yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.

Topografi kawasan sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa). Saat ini termasuk waktu yang baik untuk berkunjung ke kawasan yang meliputi 15 pulau ini. Musim yang baik untuk menikmati keindahan taman ini adalah pada bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya. Di luar itu, kondisi agak kurang kondusif karena terganggu ombak.

Untuk mencapai Kabupaten Kepulauan Selayar bisa dengan dua alternative. Yang pertama, dengan menggunakan bis dari Makassar ke Bira Bulukumba (153 km) yang memakan waktu tempuh selama sekitar 5 jam, kemudian menyeberang dengan memakai ferry ke pelabuhan Pamatata Selayar sekitar dua jam, yang dilanjutkan lagi ke ibukota kabupaten yaitu Kota Benteng sekitar 1,5 jam. Atau yang kedua, dengan menggunakan pesawat dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Haji Aroeppala, Padang Selayar sekitar 45 menit. Jarak dari bandara ke kota hanya sekitar 7 KM. Lalu dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.

Saturday, July 23, 2011

Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai adalah kawasan wisata alam . Bukit Bangkirai ini terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Bukit Bangkirai dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 1,5 jam dari Kota Balikpapan atau berjarak sekitar 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda dan hanya sekitar 58 km dari arah kota Balikpapan serta 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja.

Wisata ini menawarkan pesona hutan hujan tropis yang masih alami, yang dilengkatp dengan sarana dan prasarana wisata seperti restoran, lamin untuk pertemuan, kolam renang, serta cottage maupun jungle cabin.
Dapat menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih alami dan bahkan kicauan burung dan suara-suara satwa hutan lainnya pun masih dapat didengarkan.


bangkirai1 kutakartanegaracom 

Thursday, July 7, 2011

Kota Banten : Wisata Eksotisme, Mistis dan Magis

 


ernestina817.wordpress.com

Banten yang mistis dengan Suku Baduy. Banten yang indah dengan jajaran pantai pasir putihnya. Banten yang rimbun dan terpencil dengan Ujung Kulonnya. Banten yang sakti dengan berbagai aksi tradisionalnya. Inilah sekelumit eksotisme Banten. Seraaammm! Itulah kesan yang muncul saat Anda menyaksikan pertunjukan debus. Sebuah atraksi unik dan langka yang hanya ada di Banten.

Debus merupakan paduan beragam jenis pencak silat dan musik tradisional dengan unsur magis yang kental. Menyaksikan debus, layaknya melihat para Superman yang kebal terhadap benda tajam dan tak hangus dilalap api. Tak heran bila tradisi khas Banten ini bukan hanya populer di Indonesia, tapi sampai ke belahan dunia lain. Kentalnya unsur magis dan religius pada debus, tak lepas dari lahirnya tradisi ini yang sudah ada sejak abad ke-16. Saat Banten dipimpin oleh Sultan Maulana Hasanuddin.

Eksotisme Pulau Lepar dan Pulau Pongok

Letaknya yang berhadapan langsung dengan Pulau Sadai, Pulau Lepar dan Pulau Pongok terlihat sangat bersih, sehingga membuat banyak orang betah berenang di pantai sekitar itu. Selat kecil yang memisahkan Pulau Lepar dan Pongok dengan Sadai juga kaya akan ikan. Selain memancing, pengunjung bisa langsung menikmati hasil pancingannya. Menikmati ikan bakar sambil memandang birunya lautan dan desah angina bisa membuat orang betah berlama-lama di pulau itu.

Bagi yang ingin menikmati birunya lautan memang cukup berenang dipinggiran pantai, sedangkan pengunjung yang senang menikmati keindahan laut bisa menyewa perahu layar. Selain berenang pengunjung bisa melepas lelah sambil menikmati air kelapa muda yang segar. Rasanya tak lengkap bila seharian berenang dan tidak menikmati kesegaran air kelapa muda itu. Ramainya pengunjung ke Pantai Sadai tampaknya juga di picu dengan Pulau Lepar dan Pulau Pongok. Keindahan Pantai Sadai tidak berbeda dengan pantai lain yang menawan di seantero Pulau Bangka.

Pulau Lepar dan Pongok memang unik. Satu-satunya kecamatan yang dipisahkan lautan di Pulau Bangka. Kemana-mana laut. Desa-desanya pun kebanyak terpisah. Penduduk berjumlah 12.567 jiwa dari 6 desa tersebar di 25 pulau. Hanya penutuk, Tanjunglabu, Tanjungsangkar dan Kumbung menyatu sebagian, sebab beberapa penduduk Kumpung pun berada di Pulau Tinggi dan Pulau Panjang. Celagen dan Pongok berada di Pulau Pongok.

Pulau-pulau inilah yang membuat kecamatan ini kaya daerah wisata. Berjalan cepat dengan speed, memandangi satu persatu pulau yang masih hijau, menjadi pengalaman eksotik yang susah dilupakan.

Anda juga bisa menyewa angkutan umum masyarakat berupa perahu yang bisa memuat lebih dari 20 orang. Berlayar perlahan di atas laut biru. Tentunya bila angin sedang tidak kencang, memudahkan pelancong mengabadikan panorama alam.

Apalagi perjalanan dimulai ketika matahari menjelang di ufuk timur, sinar kemerahan menyembul kontras dengan hamparan laut nan biru, solah muncul dari seberang. Subuah peristiwa langka yang bisa disaksikan di sini. Begitupun kala sore, matahari perlahan hilang seakan bersembunyi di balik Pulai Tinggi.

Bagi penyuka olahraga selam, hamparan terumbu karang, berbagai jenis ikan, spot karang hidup, vegetasi padang lamun dan makro algae, serta banyak lagi lainnya akan menjadi pemandangan menawan menghilangkan kebosanan. Sulit ditemukan ditemukan di daerah lainnya di bangka, akibat dihancurkan oleh penambangan dikawasan laut.

Jika anda suka memancing bila sedang musim ikan, tak usah jauh-jauh ke tengah laut dengan waktu tempuh berjam-jam, yang kadang malah mengancam keselamatan jiwa. Anda cukup berhenti antara Sadai – Penutuk, 10 menit naik perahu nelayan. Sopir perahu sudah tahu di mana saja lokasi karang tempat ikan seminyak, merah dan berberbagai jenis ikan lainnya.

Manakala malam tiba, kerlap-kerlip lampu-lampu di Sadai-Penutuk menjadi pemandangan lainnya. Pukul 23.00 WIB, Sadai-Penutuk benar-benar sunyi. Kesunyiannya bisa membuat sadar kesendirian kita, toh nantinya pun kita akan sendiri, sebuah wisata spiritual yang luar biasa. [Majalah Nuansa Persada]