Showing posts with label visit indonesia. Show all posts
Showing posts with label visit indonesia. Show all posts

Monday, June 11, 2012





Parangtritis, pantai dengan sejuta mitos Jawa.... 

 



Saat kamu berwisata ke Jogjakarta, rasa-rasanya tidak akan terasa lengkap jika kamu belum mengunjungi sebuah pantai yang telah menjadi legenda di Jogja. Pertanyannya, pantai manakah itu? yupz..jawabannya dalah Pantai Parangtritis atau biasa orang bilang Paris.


Pantai Parangtritis terletak di sisi selatan Jogja, tepatnya di Kabupaten Bantul. Pantai ini bersebelahan dengan beberapa pantai lain seperti Pantai parangkusumo, Pantai Depok, dan Pantai Parangendog. 

Pantai ini memiliki garis pantai yang paling panjang diantara pantai-pantai lainnya, tak heran jika liburan tiba, banyaknya bus wisata yang masuk tidak bakal mengabiskan lahan parkir yang disediakan. Selain memiliki garis pantai yang panjang, pantai ini juga terkenal dengan gunung pasirnya. Deretan gurun pasir yang menjulang tinggi dan luas menyerupai gurun pasir di Arab Saudi. Fenomena gurun pasir seperti ini hanya ada dua di dunia, salah satunya ada di Meksiko.
Yang tak kalah menarik dari pantai ini adalah cerita mistisnya. Menurut kepercayaan sebagian besar masyarakat Jogja, Parangtritis merupakan Istana bagi Ratu Pantai Selatan atau yang biasa disebut dengan Nyi Roro Kidul. Untuk itulah di pantai ini sering dilakukan labuhan atau sedekah laut untuk menghormati si Penguasa Pantai Selatan Tersebut. Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa saat berkunjung ke pantai ini tidak boleh mengenakan pakaina berwarna hijau.

Jadi, saat kamu bingung memilih tempat untuk berwisata di Jogja, tidak usah bingung, langsung saja menuju Pantai Parangtritis. Akses menuju pantai ini juga mudah, tinggal naik bus dengan jurusan Jogja - Parangtritis saja, pasti sampai. 

Di parangtritis kamu bisa bermain-main air, namun dengan kewaspadaan penuh, bisa main ATV, bisa naik delman menyusuri pantai, naik kuda sendirian, atau bermain Paralayang. Tarif menggunakan jasa delman, kuda atau ATV pun tidak terlalu mahal, cukup dengan dua puluh ribu saja, kamu sudah bisa menyusuri Pantai Parangtritis dan mengukir kenangan indah di Jogja.

Bagi kamu yang menginginkan paket wisata dengan objek Pantai Parangtritis, bisa menghubungi Jogja Wisata. Jogja Wisata mempunyai tawaran menarik untuk paket tour di Jogja. Segera hubungi kami untuk reservasi, sebelum fullbook. Karena bagi kami, kenyamanan dan kepuasan adalah hal yang utama. (Fajar)




Jogja Wisata
HP. 0856-4331-9523
Twitter: @jogjawisata
Email: jogjawisata99@gmail.com

Tuesday, April 10, 2012

CAVE TUBING KALI SUCI

Yogyakarta menyimpan jutaan potensi wisata yang jarang ditemui di tempat lain. Di kota ini jenis wisata apapun dapat ditemui. Dari wisata budaya, pendidikan, sejarah, kuliner, bahkan petualangan, menjadi objek wisata yang selalu menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah objek wisata Kalisuci.

Kalisuci merupakan objek wisata sungai bawah tanah yang mengalir melewati gua-gua. Objek wiisata ini menawarkan petualangan body rafting dan caving (susur gua) sekaligus, atau lebih dikenal dengan istilah cave tubing.

Bagi yang hobi berpetualang, objek ini tentu sangat sayang dilewatkan. Karena aktivitas cave tubing ini, hanya dapat dilakukan di Mexico, New Zealand, dan terakhir Gunungkidul Yogyakarta, Indonesia.

Perjalanan menuju Kalisuci hanya dapat dilakukan dengan kendaraan peribadi maksimal roda empat. Akses jalan yang masih minim, membuat kita sulit untuk menjangkaunya. Jadi lebih baik kita menghubungi biro wisata khusus di Yogyakarta untuk lebih mudah dan ekonomis.

Memasuki area Kalisuci, kita akan disambut panorama alam yang masih asli. Untuk mencapai mulut gua, kita harus menuruni tebing terjal sedalam 30-40 m dengan menyusuri jalan setapak.
Aliran sungai yang berkelak-kelok akan terlihat dari ketinggian tebing. Airnya yang biru kehijauan terlihat kontras dengan warna coklat tanah, tebing karst, serta daun-daun dan pepohonan sehingga menciptakan harmoni lukisan alam yang mempesona. Dan setelah mengenakan alat pengaman yang telah disediakan pengelola wisata, pengarungan sungai bawah tanah pun dimulai.

Sepanjang penyusuran sungai, dibeberapa titik kita akan menemui bebatuan maupun jeram yang ekstrim dan sulit dilewati. Sesekali kita terpaksa harus keluar dari sungai dan berjalan kaki sambil mengusung ban pelampung. Dan sampainya di mulut gua, petualangan sesungguhnya pun dimulai.

Sinar matahari menghilang dan berganti dengan suasana remang bahkan gelap. Satu-satunya pencahayaan dalam gua hanya berasal dari headlamp. Stalaktit yang terlihat di atap gua terus meneteskan air, beberapa diantaranya merupakan batu kristal. Kelelawar-kelelawar nampak bergelantungan di langit-langit gua, ikan besar berenang di bawah kaki, dan stalagmit bergelantungan di langit-langit gua. Pemandangan serupa pun sambung-menyambung hingga kita sampai di ujung gua.

Jika anda berminat untuk merasakan sensasi petualangan Cave Tubing Kalisuci ini, anda dapat menggunakan jasa penyedia transportasi atau tour agency dan reservasi beberapa hari sebelumnya untuk memastikan kondisi air, mengingat jika air sedang deras, anda tidak akan diijinkan mengarungi indahnya menyusuri Kalisuci.



Untuk reservasi, hubungi;
0856 4331 9523
Jogjawisata99@gmail.com

Liburan di Kota Jogjakarta

Jogja wisata selaku penyedia paket perjalanan wisata di Jogja mengajak anda semua untuk berkeliling dan berpetualang di Jogja selama sehari (pagi – petang). Petualangan ini merupakan wisata minat khusus yang nantinya akan mempertemukan antara manusia dan alam yang memang benar-benar menyatu. Sebuah sensasi yang tentu sangat sulit didapatkan jika hanya berwisata dengan biasa-biasa saja.

Wisata minat khusus yang kami tawarkan adalah wisata penelusuran yang dimulai dari sungai bawah tanah Goa Pindul (cave tubing) di Desa Bejiharjo, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta. Penelusuran ini memakan waktu sekitar satu jam.

Kemudian akan dilanjutkan dengan petualangan Rafting Sungai Oyo yang aliran airnya tetap melimpah sepanjang tahun. Rafting menjelajahi Sungai Oyo ini memiliki dua pilihan paket, yaitu jarak pendek dan jarak panjang. Rafting jarak pendek menempuh jarak sejauh 1.5 km dengan durasi waktu sekitar satu setengah jam. Sementara jarak panjang menempuh jarak sejauh 4 km dengan durasi waktu sekitar 3 – 4 jam.

Dalam pengarungan Goa Pindul dan Sungai Oya, anda tidak perlu cemas walaupun kedalaman air mencapai 5 – 11 meter. Anda akan dibekali dengan perlengkapan yang aman dan nyaman meliputi jaket pelampung, ban pelampung, dan sepatu jika anda membutuhkan, serta pemandu yang akan menemani anda sepanjang penelusuran.

Setelah anda merasa puas bermain-main dengan air di Goa Pindul dan Sungai Oyo, kami akan mengajak anda menyaksikan indahnya sunset dari puncak gunung api purba di Gunung Nglanggeran, Pathuk, Gunung Kidul. Dari puncak kawasan yang hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga ini, anda akan kami pandu untuk melakukan tracking menuju puncak Nglanggeran agar dapat merasakan sejuknya udara pegunungan di Jogja serta menjadi saksi bagaimana suasana sore hari berganti menjadi malam. Dari puncak ini pula anda akan dapat menyaksikan indahnya kerlap-kerlip lampu yang memancar dari Kota Jogja.

Setelah anda puas menikmati indahnya malam dan petualangan di Sungai Oyo, maka kami akan dengan senang hati mengantarkan anda kembali ke penginapan tempat anda semula menginap. Dan kami sangat berharap anda akan menceritakan pengalaman yang anda alami selama di Jogja kepada teman-teman anda, dan tentu kami akan sangat senang jika anda suatu saat kembali berkunjung ke Jogja lagi. Jogjakarta Never Ending Asiknya.


Untuk reservasi, hubungi;
0856 4331 9523
Jogjawisata99@gmail.com



Wednesday, March 21, 2012

Candi Borobudur adalah candi terbesar peninggalan Abad ke 9. Candi ini terlihat begitu impresif dan kokoh sehingga terkenal seantero dunia. Peninggalan sejarah yang bernilai tinggi ini sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Namun tahukah Anda bahwa seperti halnya pada bangunan purbakala yang lain, Candi Borobudur tak luput dari misteri mengenai cara pembuatannya? Misteri ini banyak melahirkan pendapat yang spekulatif hingga kontroversi.
Dengan beberapa catatan dan referensi yang terbatas, saya coba menganalisis dan sedikit menguak tabir misteri pembuatan candi ini yang ternyata tidak perlu di-misteri-kan!
Desain Candi

Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.
Candi Borobudur didirikan di atas sebuah bukit atau deretan bukit-bukit kecil yang memanjang dengan arah Barat-Barat Daya dan Timur-Tenggara dengan ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 34.5 m diukur dari permukaan tanah datar di sekitarnya dengan puncak bukit yang rata.

Candi Borobudur juga terlihat cukup kompleks dilihat dari bagian-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 504 arca yang melengkapi candi.
Material Penyusun Candi
Inti tanah yang berfungsi sebagai tanah dasar atau tanah pondasi Candi Borobudur dibagi menjadi 2, yaitu tanah urug dan tanah asli pembentuk bukit. Tanah urug adalah tanah yang sengaja dibuat untuk tujuan pembangunan Candi Borobudur, disesuaikan dengan bentuk bangunan candi.
Menurut Sampurno Tanah ini ditambahkan di atas tanah asli sebagai pengisi dan pembentuk morfologi bangunan candi. Tanah urug ini sudah dibuat oleh pendiri Candi Borobudur, bukan merupakan hasil pekerjaan restorasi. Ketebalan tanah urug ini tidak seragam walaupun terletak pada lantai yang sama, yaitu antara 0,5-8,5 m.

Batuan penyusun Candi Borobudur berjenis andesit dengan porositas yang tinggi, kadar porinya sekitar 32%-46%, dan antara lubang pori satu dengan yang lain tidak berhubungan.
Kuat tekannya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kuat tekan batuan sejenis. Dari hasil penelitian Sampurno (1969), diperoleh kuat tekan minimum sebesar 111 kg/cm2 dan kuat tekan maksimum sebesar 281 kg/cm2. Berat volume batuan antara 1,6-2 t/m3.
Misteri Cara Membangun Candi
Data mengenai candi ini baik dari sisi design, sejarah, dan falsafah bangunan begitu banyak tersedia. Banyak ahli sejarah dan bangunan purbakala menulis mengenai keistimewaan candi ini.
Hasil penelusuran data baik di buku maupun internet, tidak ada satupun yang sedikit mengungkapkan mengenai misteri cara pembangunan candi. Satu-satunya informasi adalah tulisan mengenai sosok Edward Leedskalnin yang aneh dan misterius.
Dia mengatakan “Saya telah menemukan rahasia-rahasia piramida dan bagaimana cara orang Mesir purba, Peru, Yucatan dan Asia (Candi Borobudur) mengangkat batu yang beratnya berton-ton hanya dengan peralatan yang primitif.”
Edward adalah orang yang membangun Coral Castle yang terkenal. Beberapa orang lalu memperkirakan bagaimana cara kerja dia untuk mengungkap misteri tentang pengetahuan dia bagaimana bangunan purba dibangun.
Akhirnya didapat foto yang berhasil diambil pada waktu Edward mengerjakan Coral Castle menunjukkan bahwa ia menggunakan cara yang sama yang digunakan oleh para pekerja modern, yaitu menggunakan prinsip yang disebut block and tackle.
Beda Coral Castle beda pula Candi Borobudur. Coral Castle masih menungkinkan menggunakan Block dan Tackle. Untuk Candi Borobudur rasanya block dan tackle pun masih belum ada. Lalu bagaimana sebenarnya cara membuat Candi ini?.
Candi ini lebih bernilai dan terkenal bukan pada misteri-misteri yang berserakan, tapi candi ini memiliki nilai design aristektur dan teknik sipil serta kemampuan manajemen proyek yang tinggi yang menunjukkan kemajuan pemikiran para pendahulu bangsa kita. Kita patut bangga!!!
Misteri yang belum terungkap berdasarkan informasi di atas. Saya coba mulai berfikir ulang terlepas dari misteri dengan mencoba menganalisis data-data yang ada

Friday, January 6, 2012

Eksotika Tanah Toraja

Indonesia negara yang kaya akan keindahan panorama dan eksotika alam yang sangat menawan. Keindahan yang banyak membuat para wisatawan kagum dan ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut dan menikmati keindahannya. Seperti layaknya Tanah Toraja yang banyak mengandung unsur eksotika dan keindahan budaya dan membuat kita takjub dan kagum akan keindahannya.

Susunan rumah yang unik dan tertata rapi.

Friday, December 16, 2011

Taman Nasional Taka Bonerate


Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

Bagi anda yang menggemari olah raga bahari seperti diving, snorkeling, dan lain-lain, tak salah bila melewatkan masa week end anda di Taman Nasional Taka Bonerate (TNTB) yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.

Topografi kawasan sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa). Saat ini termasuk waktu yang baik untuk berkunjung ke kawasan yang meliputi 15 pulau ini. Musim yang baik untuk menikmati keindahan taman ini adalah pada bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya. Di luar itu, kondisi agak kurang kondusif karena terganggu ombak.

Untuk mencapai Kabupaten Kepulauan Selayar bisa dengan dua alternative. Yang pertama, dengan menggunakan bis dari Makassar ke Bira Bulukumba (153 km) yang memakan waktu tempuh selama sekitar 5 jam, kemudian menyeberang dengan memakai ferry ke pelabuhan Pamatata Selayar sekitar dua jam, yang dilanjutkan lagi ke ibukota kabupaten yaitu Kota Benteng sekitar 1,5 jam. Atau yang kedua, dengan menggunakan pesawat dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Haji Aroeppala, Padang Selayar sekitar 45 menit. Jarak dari bandara ke kota hanya sekitar 7 KM. Lalu dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.

Saturday, July 23, 2011

Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai adalah kawasan wisata alam . Bukit Bangkirai ini terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Bukit Bangkirai dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 1,5 jam dari Kota Balikpapan atau berjarak sekitar 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda dan hanya sekitar 58 km dari arah kota Balikpapan serta 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja.

Wisata ini menawarkan pesona hutan hujan tropis yang masih alami, yang dilengkatp dengan sarana dan prasarana wisata seperti restoran, lamin untuk pertemuan, kolam renang, serta cottage maupun jungle cabin.
Dapat menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih alami dan bahkan kicauan burung dan suara-suara satwa hutan lainnya pun masih dapat didengarkan.


bangkirai1 kutakartanegaracom 

Taman Nasional Taka Bonerate


Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².