Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Saturday, October 20, 2012


L.A. Lights Streetball Allstar Nasional 2012: The New Kings Of Streetball 




Every ballers in the Nation have fought for the honors this season. Every ballers in the Nation have shown to us their best talents and skills. Every ballers in the Nation have fought their way to be selected as the National Allstars. Every ballers in the Nation have shown what the got to all the Judges.
And now….the best 8 ballers amongst them have been chosen to be the LA Lights Streetball National Allstars 2012. 6 dari 8 Allstar Nasional 2012 ini adalah Allstar Nasional 2011 yang kembali terpilih lagi di tahun 2012 ini. Mereka benar-benar menunjukkan their best talents in every cities, dan berhasil mempertahankan tahta kerajaan mereka.

Wednesday, March 21, 2012

Juventus Melenggang ke Final Coppa Italia



Metrotvnews.com, Turin: Juventus berhasil melenggang ke Final Coppa Italia musim ini setelah mengandaskan perlawanan AC Milan di Juventus Stadium, Rabu (21/3) dini hari. Dalam pertandingan tersebut, Juventus hanya bermain seri 2-2, namun menang dengan agregat 4-3.

Meski sebagai tamu, Rossoneri melakukan inisiatif serangan ketika laga baru dimulai. Terlebih, anak asuh Massimiliano Allegri harus mengejar keunggulan Juventus (2-1) pada pertemuan pertama di San Siro.

Milan sempat terancam bahaya ketika Arturo Vidal meminta penalti kepada wasit di menit keempat karena mengklaim dirinya dijatuhkan oleh Thiago Silva. Namun, wasit tidak melihat adanya pelanggaran sehingga laga pun dilanjutkan.

Awak Rossoneri terdiam ketika Alessandro Del Piero membawa Bianconeri unggul di menit 34. Memanfaatkan umpan tarik Stephan Lichsteiner, yang sebelumnya mendapat terobosan bola dari Pirlo di sisi kiri, Del Piero menceploskan bola ke gawang Marco Amelia untuk membawa tim tuan rumah unggul 1-0 (ag. 3-1).

Dua menit berselang, skuad besutan Antonio Conte bahkan nyaris menggandakan keunggulan lewat Mirko Vucinic. Namun, kali ini Milan beruntung karena Amelia masih mampu menepis serangan tersebut.

Vucinic kembali melakukan pergerakan berbahaya di dalam kotak penalti ketika pertandingan memasuki masa injury time. Umpan striker Montenegro dari sisi kiri kotak penalti sebenarnya sempat disambut sundulan kepala Vidal, namun Del Piero yang berada dalam posisi bebas tidak mampu menjangkau bola.

Alhasil, skor 1-0 untuk Juventus tidak berubah hingga babak pertama usai.

Meski tertinggal agregat 3-1, para punggawa Rossoneri belum putus harapan. Apalagi, mereka berhasil memperkecil ketinggalan di awal babak kedua melalui Djamel Mesbah.

Berawal dari umpan terukur Philippe Mexes dari tengah lapangan, Mesbah segera menyambut bola dengan kepalanya melewati penjagaan Marco Storari.

Gol Mesbah tampaknya merupakan hal yang tepat untuk menyulut semangat pemain Milan. Armada Rossoneri bermain mati-matian untuk menyamakan agregat dengan kubu Bianconeri.

Pendukung Il Diavolo pun bersorak penuh kegembiraan ketika Maxi Lopez, yang masuk menggantikan Ibra di awal babak kedua, mencetak gol kedua untuk Milan. Usai melewati penjagaan dua pemain Juve, Lopez menjebol gawang Storari setelah tendangan kerasnya ke pojok kiri gawang gagal diantisipasi kiper Italia.

Sukses menyamakan agregat, Milan pun memaksa Bianconeri melakoni perpanjangan waktu 2x15 menit.

Bianconeri tampil mengancam di babak pertama perpanjangan waktu, di mana Vucinic nyaris menjebol gawang Amelia lewat tendangan kerasnya. Beruntung, bola masih bisa ditepis oleh Amelia. Tendangan Claudio Marchisio yang menyambut bola rebound pun belum bisa menemui sasaran karena masih melebar.

Akan tetapi, memasuki menit 96, Vucinic tampil sebagai pahlawan dan berhasil membawa Juve menyamakan skor 2-2 sekaligus kembali unggul dengan agregat 4-3. Tendangan keras Vucinic dari dalam kotak penalti bersarang di pojok kiri gawang tanpa berhasil dihalau Amelia.

Milan kembali melakukan rentetan serangan demi mengejar defisit gol. Namun, upaya mereka masih bisa digagalkan lini pertahanan Juve. Termasuk peluang Lopez yang berhasil melakukan penetrasi ke kotak penalti, sebelum dihadang tiga punggawa Juve secara bergantian.

Juventus akhirnya berhak melaju ke babak final Coppa Italia setelah Milan tidak berhasil mencetak gol tambahan hingga perpanjangan waktu berakhir. Pasukan Nyonya Tua akan menghadapi pemenang laga Siena kontra Napoli. (Goal/Wrt3)
Juventus ke Final, Del Piero Bangga



Metrotvnews.com, Turin: Juventus melangkah ke babak final Coppa Italia usai mengakhiri leg kedua semi-final kontra AC Milan dengan skor 2-2. Bianconeri unggul dengan agregat 4-3. Alessandro Del Piero mencetak gol pertama untuk Juve sebelum Milan membalas lewat Djamel Mesbah dan Maxi Lopez.

Tendangan jarak jauh Mirko Vucinic di masa perpanjangan waktu memastikan anak-anak asuh Antonio Conte melangkah ke babak final. Mereka akan menghadapi pemenang laga antara Siena dan Napoli.

Del Piero pun mengungkapkan kebanggaannya atas hasil positif tersebut, apalagi ini merupakan final pertama Juventus di Coppa Italia sejak 2004 lalu.

“Ini sangat berarti bagi kami. Saya sangat bangga [bisa mencapai final]. Sangat menyenangkan bisa bermain malam ini, dan saya pikir anda semua melihat kebahagiaan saya usai mencetak gol,” seru Del Piero.

Ditanya mengenai peluang kedua tim merebut titel Scudetto, striker 37 tahun hanya berkomentar pendek. “Kini kami akan bertarung di kedua kompetisi dan akan terus menekan Milan hingga saat-saat terakhir,” jelas Del Pierro. (goal/DOR)
Roma Terus Dekati Bek Corinthians




Metrotvnews.com, Roma: AS Roma melanjutkan perburuannya untuk bisa mendapatkan talenta muda terbaik yang ada di jagat sepakbola. Mengutip laporan Tribal Football, Giallorossi kini terus melanjutkan pembicaraan dengan pihak Corinthians untuk bisa memboyong fullback muda Dodo.

Dalam laporan itu dikabarkan pemain berusia 19 tahun itu sekarang telah mengantungi paspor Uni Eropa. Sementara kontraknya bersama klub Brasil itu akan segera berakhir pada Juni mendatang.

Sayangnya, sejauh ini masih belum ada laporan detail terkait dengan usaha dari Roma ini. Namun diyakini klub raksasa asal Italia ini akan berupaya membawa Dodo pada bursa transfer musim mendatang. (goal/DOR)

Friday, March 16, 2012

Manchester City Tersingkir dari Liga Eropa


Manchester City menyusul Manchester United tersingkir dari kompetisi 16 besar Liga Eropa, setelah Kamis memenangi laga atas Sporting Lisbon tapi kalah karena lawannya unggul dalam gol tandang. Kendati pasukan Roberto Mancini itu memang 3-2 pada pertandingan Kamis malam, Sporting maju karena unggul gol tandang pada laga di Eastland, hanya beberapa jam setelah United pun tersingkir di Spanyol setelah bertanding lawan Atheltic Bilbao.

Gol babak pertama yang diciptakan Matias Fernandez dan Ricky van Wolfswinkel, kelihatannya sudah akan menghabisi harapan City untuk membalikkan angka setelah mereka kandas pada laga leg pertama. Tapi gol pada awal babak kedua yang dibuat Sergio Aguero mengurangi rasa kekhawatiran mereka, kemudian Mario Balotelli melancarkan tendangan penalti pada menit ke-74 sehingga harapan para pendukung City kembali muncul.

Dengan membutuhkan empat gol agar dapat lolos, Aguero akhirnya mencetak gol ketiga timnya pada menit ke-82. Pada akhir permainan, penjaga gawang Joe Hart kelihatannya amat cemas dengan umpan yang dilancarkan Nigel de Jong ke arah gawang, tetapi Rui Patricio berhasil menahan laju bola.

Harapan City saat ini, seperti juga United, adalah fokus pada laga Liga Utama dengan tidak diganggu lagi persiapan pada kompetisi Eropa lainnya. "Saya kira pertandingan babak pertama amat aneh," kata pelatih City, Mancini.

"Kami membiarkan mereka membuka ruang sehingga leluasa melancarkan serangan balik. Kami pun bersaha melakukan serangan balik tetapi tidak melakukannya dengan baik, terutama pada babak pertama. Seharusnya kami bisa menembus mereka dengan empat gol setelah membuat angka ketiga," katanya.

"Dalam pertandingan sepak bola, jangan pernah mengatakan bila Anda mencetak dua gol dalam 20 menit. Saya kecewa karena mungkin saya salah dan saya minta maaf kepada pendukung kami," katanya.

City, setelah kalah melawan Sporting dan Swansea, kelihatannya sudah akan kalah untuk ketiga kalinya dan keluar dari laga Liga Eropa ketika pertandingan baru berlangsung 40 menit. Mempecundangi lawannya 1-0 minggu lalu pada laga leg pertama di Portugal, City menyaksikan pemain depan Balotelli mencetak gol awal bagi Sporting pada menit ke-32 ketika tendangannya dari garis kotak penalti menembus pertahanan mereka.

sumber: http://olahraga.tvonenews.tv/berita/view/54450/2012/03/16/manchester_city_tersingkir_dari_liga_eropa.tvOne

Sunday, May 15, 2011

10 Legenda Sepakbola

Turnamen Piala Dunia selalu memunculkan pemain-pemain hebat, tapi tidak semua pemain hebat tersebut dapat menjadi legenda. Berikut ini adalah sepuluh pemain hebat yang pantas disebut sebagai legenda sepakbola dan akan terus dikenang sepanjang masa.
1. Pele (Brasil)
Pele pertama kali muncul di Piala Dunia pada tahun 1958 sebagai pemain muda berumur 17 tahun. Dia mencetak gol pertamanya di Piala Dunia ketika bermain melawan Wales di perempat-final, pertandingan keduanya di Piala Dunia. Saat usianya baru menginjak 17 tahun 239 hari, Pele dinobatkan sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia. Kehebatan Pele semakin terlihat ketika mencetak hattrick di pertandingan semi final melawan Prancis. Sampai sekarang, Piala Dunia 1958 di Swedia dikenang sebagai awal karier sang legenda. Tak berlebihan rasanya jika FIFA sampai menjulukinya sebagai King of Football.
Pernah mencetak delapan gol dalam satu pertandingan pada tahun 1964, Pele juga mencatatkan diri sebagai pemain yang pernah enam kali mencetak lima gol dalam satu pertandingan, 30 kali quattrick, dan tak kurang dari 92 kali hattrick. Sepanjang kariernya, Pele membukukan 1.281 gol dalam 1.363 pertandingan.
2. Diego Armando Maradona (Argentina)
Rasanya tak ada satupun pemain sepakbola selain Maradona yang dipuja layaknya Tuhan. Bagi sebagian besar orang, Maradona merupakan pemain terhebat sepanjang masa dan bukannya Pele, yang mendapatkan gelar tersebut secara resmi oleh FIFA.
Walaupun hidupnya dipenuhi kontroversi, mulai dari gol Tangan Tuhan, kecanduan alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang, hingga akhirnya harus diusir dari Piala Dunia 1994, Maradona selalu dipuja oleh penggemarnya.
Piala Dunia Meksiko 1986 merupakan momen terbaiknya dengan beberapa momen yang tak mungkin terlupakan. Momen terbaiknya tentu saja ketika Maradona mendribel bola dari tengah lapangan melewati lima pemain Inggris sebelum akhirnya mencetak sebuah gol yang kelak disebut sebagai gol terbaik sepanjang masa.
Gol yang dicetak ketika melawan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986 tersebut begitu indah, dan momen itu adalah yang terbaik dalam kariernya yang membuatnya dianggap Tuhan oleh sebagian orang Argentina yang mendirikan Gereja Maradona.
Semua orang akan selalu mengingat kata-kata yang diucapkan sambil menangis oleh komentator Victor Hugo Morales ketika terjadi gol terindah sepanjang masa itu, “Gracias, Dios. Por el futbol, por Maradona, por estas lagrimas.. (Terima kasih Tuhan, untuk sepakbola, untuk Maradona, dan untuk airmata ini..)”