Showing posts with label Objek wisata Kalimantan Tengah. Show all posts
Showing posts with label Objek wisata Kalimantan Tengah. Show all posts

Friday, January 6, 2012

Central Kalimantan

Central Kalimantan is Indonesia’s third largest province and its size is approximately 1.5 times the size of Java. However, its estimated population is less than 2 million people. More than 80% of its land is still in pristine conditions, barely touched by humans & mostly covered by dense forest.
The province is dominated by the Dayaks, who are the original inhabitants of the island of Borneo. The three major Dayak tribes are the Ngaju, Ot Danum and Ma’anyan Ot Siang. As they managed to preserve their traditional culture intact, the Dayaks are an anthropologist’s delight.

Major tourist attractions in Central Kalimantan:

  • Regional Museum of Palangkaraya, contains a collection of cultural & historical artifacts from all regions of Central Kalimantan
  • Tanjung Putting National Park, where Camp Leakey is located; a wildlife reservce dedicated to Orangutans
  • Old Palace of Pangkalanbun, constructed solely with iron wood; launch pad to visit Tanjung Puting
  • Sebangau National Park, which is being developed as an ecotourism destination
Kahayan Beach

Wednesday, September 28, 2011

Arboretum
Arboretum Nyaru Menteng terletak di sebelah Timur Jalan Tjilik Riwut Km 28 dari Kota Palangka Raya menuju Kota Sampit. Secara administratif terletak di wilayah Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu. Arboretum ini dibangun pada tahun 1988 merupakan bekas areal HPH yang telah dieksploitasi pada tahun 1974. Luasnya 65,2 Ha, merupakan kawasan pelestarian plasma nuftah ekosistem hutan rawa, termasuk ke type hutan tropika dataran rendah dengan kondisi tanah berawa dan bergambut. Di Arboretum ini terdapat berbagai jenis tumbuhan yang dapat digolongkan kedalam 43 famili dengan jumlah species 139 jenis, termasuk jenis tumbuhan langka. Disamping itu, di kawasan ini juga terdapat berbagai jenis burung, biawak, ular, monyet dan juga orang utan.


 

Objek wisata Bukit Batu

alt
Keindahan panorama alam di beberapa daerah di Provinsi Kalteng diketahui sangat menjanjikan untuk kegiatan pariwisata lokal maupun mancanegara.
Salah satunya adalah kawasan Bukit Batu, yang terletak di perbatasan Kasongan Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya.
Bukan hanya karena keunikan bukit yang terdiri dari susunan batu-batu besar sehingga tempat ini begitu dikenal dan sering dijajaki para pelancong, namun ada ikatan cerita sejarah masa lampau yang membuat kawasan itu makin sering dikunjungi warga, khususnya di dua daerah yang bertetangga ini.

Thursday, June 16, 2011

Obyek Wisata Daerah Kalimantan Tengah


Barito Utara

Sejumlah daya tarik wisata di kabupaten Barito Utara ini aniara lain adalah Tengkorak Kepala Maripati Singa Nginuh terdapat di Desa Ketapan, Kecamatan Gunung Timang, sekitar 67 km dan Kota Muara Teweh dan dapat ditempuh dengan kendaraan darat selama 1,5 jam.
Sebagai orang yang berjasa mengusir penjajah pada jaman dulu, tengkorak kepala ini dikeramatkan oleh masyarakat Desa Ketapang pada khususnya. Masyarakat percaya bahwa tengkorak kepala ini bisa mengabulkan permintaan mereka, sehingga setiap ada hajatan atau permintaan, masyarakat selalu datang melaksanakan ritual adat/upacara.
Dalam hal ini upacara Hindu Kaharingan dimana warga yang melaksanakan hajatan memberikan sesajen yang diletakkan di dekat tempat tengkorak kepala ini. Apabila permintaan mereka terkabul, mereka selanjutnya memberikan sesajen berupa Lamang (Nasi Ketan yang dibakar di dalam sebatang Bambu) dan digantung di atas atap tempat tengkorak berada sebagai ungkapan terima kasih.
Liang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah goa. Di Desa Bayas Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah sekitar 15 km dari Kota Muara Teweh terdapat Liang Idai yang dapat dicapai dengan menggunakan sepeda motor sekitar satu jam.
Kawasan Kars yang khas di sekitar goa menjadikan daerah tujuan wisata ini layak untuk disinggahi, apalagi bagi mereka yang senang tantangan dengan menyusuri sis-sisi goa yang banyak cabang arahnya.
Rumah Betang juga terdapat di Desa Nihan Hilir Kecamatan Lahei dan dapat ditempuh melalui jalan darat dan transportasi sungai. Rumah Panjang dan tinggi merupakan rumah khas masyarakat Dayak jaman dahulu dan hingga saat ini Betang masih dapat dijumpai dan masih dihuni oleh masyarakat Dayak.